Powered By Blogger

Welcome to my blog

All about sport fishing technique, fishing news and fishing guide partner in Riam kanan

Tentang Saya

Foto saya
Banjarbaru, Kalimantan selatan (South Borneo), Indonesia
Berminat untuk merasakan sensasi memancing sambil menikmati suasana alam pegunungan Meratus, silahkan berkunjung ke Riam kanan, dan apabila memerlukan jasa pemandu mancing, silahkan hubungi kami. HP:+6281351487989 atau +625117404652 email: lamun_lamun@yahoo.co.id atau kontak di facebook, dengan akun:syaifulfishingshop@yahoo.co.id,   Kami akan mengajak anda untuk menjelajahi spot-spot memancing andalan tim SBSFC. Salam wild fishing

Jumat, 14 Januari 2011

Fresh water explore: SBSFC catch and release trip @Riam kanan dam

Fresh water explore: SBSFC catch and release trip @Riam kanan dam

Fresh water explore

Fresh water explore

SBSFC catch and release trip @Riam kanan dam


































Riam kanan dam 9 Januari 2011

Peserta trip:
1.Syaiful Rachman (FF)
2.Roni E C (FF)
3.Uji (FF)
4.Ounces (FF)
5.M.Hendra
6.Yuri wira
7.Dedi
8.Imam

Tekhnik memancing: Casting
Lures: Mini popper, rubber frog, propeller frog, pencil baits, dan minnow
Target casting: Tauman (toman) dan Hadungan (hampala)

Berangkat dari rumah jam 4 pagi dengan di iringi guyuran hujan lebat bercampur petir. Sedikit mengkhawatirkan, takut temperatur air terlalu dingin, sebab biasanya ikan-ikan predator tidak begitu agresif jika temperatur air danau terlalu dingin.
Sampai didermaga hujan sudah berhenti, tinggal gerimis saja. Sambil menunggu perahu, kami sarapan dahulu. Begitu perahu tiba langsung semua barang dan logistik loading ke perahu, dan langsung berangkat menuju spot.
Kurang lebih 30 menit kami sudah tiba di spot, permukaan air danau begitu tenang (flat), tidak ada riak-riak air., sangat mendukung aksi dari lure kami, karena semua peserta akan menggunakan lure jenis top water, untuk lebih meningkatkan sensasi.
Di spot 1 ini, semua peserta mendapat hujan sambaran, tetapi tidak ada yang hook up. Lure seperti dijadikan seperti bola, Cuma disundul saja, sepertinya sang predator disini masih setengah hati bermainnya. Bisa jadi karena akibat hujan tadi malam, temperatur air terlalu dingin. Di spot ini Ounces terpaksa nyajen 1 pcs Tinny rubber frog, karena dihajar Tauman bid size, dan putus pada leader, si Tinny begitu telak masuk ke dalam mulut sang penunggu spot. Tidak begitu lama Uji kembali mendapat sambaran, kami perkirakan yang menghajar lure Uji adalah Toman, ternyata hanya seekor hampala….dan sayang, hampala tidak bisa kami selamatkan, karena lure masuk terlalu dalam sampai mengenai insang. Setelah kira-kira 2 jam, tidak ada lagi yang hook up, kami pindah menuju spot ke 2. Di spot 2 sudah ada pemancing disana, mereka adalah pemancing nila. Kurang lebih 1 jam tidak ada tanda-tanda penghuni spot, kami pindah menuju spot 3.
Di saat akan memasuki spot 3, Dedi iseng menurunkan minnow untuk trolling…..dan langsung mendapat sambutan….tetapi sayang kembali sayang….lures minnow kembali putus pada leader.
Spot 3 sinyal kuat dari toman, dan Dedi mendapat strike seekor toman perjaka….toman berhasil direlease dalam keadaan sehat. Hujan sambaran tetap terjadi disini, tetapi sama seperti di spot 3, ga ada yang berhasil hook up, karena tauman menyambar dari arah bawah, sedangkan kami menggunakan lures yang memakai double hook, sebab semua spot yang kami datangi merupakan spot yang banyak sangkutannya, sehingga tidak memungkinkan untuk memakai trebel hook.
Menjelang siang kami pindah menuju spot 4. Di spot 4 saya berhasil strike dan hook up toman ukuran sedang, setelah saya tag, sukses di release kembali. Casting istirahat sambil makan siang. Selesai makan siang karena hari sudah menjelang sore, kami pindah menuju spot 1, karena penasaran dispot 1 ini yang paling banyak miss call, tetapi sayang….kondisi permukaan air tidak lagi plat, angin dari gunung bertiup lumayan kencang sehingga permukaan air bergelombang dan berriak, berpengaruh terhadap aksi lure, karena lure jadi terlihat samar, dan tauman serta hampala jarang naik kepermukaan air. Tetapi disini Roni sukses strike hampala, dan sukses juga direlease kembali. Spot terakhir untuk menutup trip hari itu, kami kembali menuju spot 3. Tetap saja sinyal kuat terjadi, miss call datang silih berganti, Lure Yuri mendapat sambaran dari toman berukuran besar, rod sempat melengkung tajam, senar kencang…tetapi, double hook tidak menancap dengan sempurna, lure sudah buru-buru dimuntahkan toman, sebab toman melakukan sambaran dari arah bawah. Spot ini kami mengakhiri dengan membawa sejuta rasa penasaran….next trip kami akan kembali memburu toman-toman dan hampala penghuni Riam kanan,semoga cuaca dan mendukung…..
Demikian report SBSFC dari Trip pembuka tahun 2011, selanjutnya trip akan diadakan pada bulan Pebruari…Sampai ketemu pada trip yang akan datang…

Wasalam
Syaiful Rachman

Rabu, 29 Desember 2010

Rubber frog vs Propeller froggy











25 Desember 2010

Hasil casting:
2 ekor gabus untuk rubber frog, sedangkan propeller froggy nihil, karena ikan gabusnya lebih suka berada ditempat yang banyak sangkutannya.

Pentingnya memahami karakter dan penjiwaan pada sebuah rod casting dengan lure









“Pentingnya memahami karakter dan penjiwaan pada sebuah rod casting dengan lure”

Banjarbaru, 21-12-2010

Casting target: Snake head (haruan)

Lures: Propeller Froggy dan Rubber frog

Hook: Double hook

Time to fishing trip: 14.00-18.00

Peserta:

1.lamun_lamun aka syaiful rachman (FF)

2.Udin_pandawa aka udin (FF)

3.Tobel aka Taufik (FF)

4.Heri achmadi

5.Ezot

Sebenarnya ini adalah trip dadakan, yg berawal saat perbincangan saya dengan Udin, yg menceritakan sebuah spot casting yg banyak ikan haruannya, apalagi saat itu penduduk kampung tersebut juga ada di tempat Udin, dan semakin membuat saya penasaran saja. Tertarik mendengar info tersebut, saya langsung sakau…haha….merasa tertantang untuk menjajal spot snaka head tersebut, apalagi spot tersebut tidak jauh dari rumah, Cuma 15 menit udah sampai, akhirnya disepakati untuk trip casting besok harinya.

Berangkat dari rumah jam 14.00 jemput Bro Udin dulu, langsung meluncur menuju spot. Tiba dispot langsung set piranti. Saya menggunakan propeller froggy red head size M, sedangkan Udin menggunakan Rubber frog, di spot tersebut terbagi menjadi 2 karakter, sebelah kiri sedikit terbuka, cocok untuk menggunakan propeller froggy sedangkan sisi kanan banyak ditumbuhi teratai, lebih cocok menggunakan rubber frog. Tidak berapa lama saya berhasil strike gabus ukuran lumayan. Sedangkan disisi kanan Udin juga ga mau kalah, strike…! Dan dari cipratan air menandakan haruannya berukuran besar….tapi sayang tidak hook up dengan sempurna, akhirnya snake headnya mocel….rubber frog ternyata kakinya sudah hilang satu…..akibat dihajar gabus tadi. Setelah itu Udin masih mendapat 3 kali sambaran tetapi semuanya mocel.

Disisi kiri, sepi dari tanda-tanda keberadaan gabus, akhirnya saya juga pindah ke kanan, penasaran mau menjajal, lure saya ganti menggunakan rubber frog, sekali lempar, langsung mendapat miss, tetapi agaknya sang haruan sudah lebih pintar dan waspada, rubber frog saya Cuma di sundul saja. Setelah sepi sama sekali, saya ajak Udin untuk pindah spot.

Di spot ke 2, air keruh…tidak ada miss call. Sempat turun hujan sebentar. Tidak berapa lama datang tobel, heri dan ezot menyusul. Saat itu jam sudah menunjukan 17.00, langsung saja kami putuskan untuk pindah ke spot ke 3, yang merupakan spot terakhir hari itu.

Di spot ke 3 ini, karakternya lebih banyak sangkutan, selain ditumbuhi teratai, tanaman padi, dan ranting, dan posisi untuk berdiri juga susah, spotnya tidak terlalu luas. Semua teman menggunakan rubber frog, dan Cuma saya sendiri yang masih focus menggunakan propeller froggy, memang sangat beresiko untuk nyangkut, harus ekstra hati-hati. Teman-teman juga mendapat sambaran, tetapi sayang tidak ada yang hook up dengan sempurna. Di ujung saya lihat ada ranting yg jatuh ke air, awalnya saya ragu-ragu untuk cast kesana, khawatir nyajen, tapi akhirnya nekat juga. Setelah konsentrasi sebentar agar lemparan bisa tepat sasaran dan focus, tidak nyangkut di ranting. Propller froggy saya lempar dan, baru retrieve kurang lebih 1 meter, sebuah sambaran kuat pada lure…..strike….hook up…lumayan berasa banget fight dengan gabus dalam jarak kurang lebih 10 meter, si haruan berupaya keras untuk melepaskan diri dari double hook, tetapi sayang dengan sebuah lompatan manis…bak seekor marlin…begitu menyentuh permukan air kembali, sang haruan berhasil meloloskan diri….hehe…sukses di pecundangi oleh haruan…size gabusnya lumayan juga….kira-kira seukuran shock depan motor…

Batas area cast adalah tanaman padi yang tidak terawat. Berulang kali saya lempar kembali propeller frog sebisanya untuk lebih mendekati rimbunan tanaman padi. Dan kembali terjadi strike yang kedua di spot ke 3 ini, tapi style dari strike kali ini sangat berbeda dengan yang biasanya, kali ini propeller frog tidak disambar seperti biasanya, tidak ada cipratan air. Propeller frog seperti disedot, dan senar PE 20 lbs langsung tegang….rod yang saya gunakan langsung melengkung tajam, hampir separo…terasa tarikan sang ikan sangat berat….sampai-sampai ujung rod harus saya tahan dengan perut. Dari riak dan gelombang air menandakan saya bertarung dengan seekor haruan berukuran besar, karena punggung sang ikan juga sempat kelihatan. Dengan sebuah hentakan kuat….akhirnya kembali saya di pecundangi oleh sang haruan…..hehe….

Dan itu menyudahi dari trip dadakan. Karena hari sudah mulai gelap.

Dari 2 kali fight yang berakhir dengan lepasnya sang haruan saya jadi penasaran dan mencari penyebabnya. Dan akhirnya jawabannya bisa saya simpulkan, bahwa kita harus menjiwai dan menguasai serta memahami karakter antara rod dan lure yang kita gunakan. Sebuah rod juga sangat menentukan dari keberhasilan sebuah pertarungan. Selama ini kalo trip saya selalu membawa 2 buah rod, 1 karakternya agak kaku, sedangkan rod ke 2 karakternya lentur. Dan setiap kali strike selalu rod yang kaku tersebut, dan yang selalu mocel adalah rod yang lentur. Setiap kali strike dengan rod yang kaku dan menggunakan propeller frog saya tidak pernah menyentak joran, begitu strike dan hook up, rod Cuma saya angkat vertical, untuk membantu agar tidak dibawa masuk dan nyangkut, sudah bisa hook up dengan sempurna, tinggal gulung rel. sebelumnya juga saya berhasil mendaratkan haruan dengan menggunakan propeller frog dan menggunakan rod yang kaku tersebut, terus saat pindah ke spot ke 2 rod saya ganti menggunakan yang lentur.

Kesimpulan:

-Jika menggunakan rod yang lentur harus dibantu dengan sentakan kuat, mungkin sedikit ekstrim agar double hook pada propeller froggy bisa menancap dengan sempurna. Sebab dikarenakan ujung rod yang lentur, saat lure disambar ikan itu baru 50% dan belum menancap, tetapi jika menggunakan rod yang kaku, saat lure disambar dari dibawa lari ikan, ujung rod akan menahan dan membantu dari tarikan ikan sehingga membantu untuk menancap sempurna.

-Penggunaan pada rubber frog berbeda lagi, walaupun kita mengunakan rod yang kaku tetap harus dilakukan sentakan kuat agar hook up dengan sempurna, sebab posisi double hook sangat mepet ke body lure.

-Setingan rell, drag pada posisi mati, supaya ikan tidak sempat membawa nyangkut.

Semoga report dan tulisan saya ini bisa bermamfaat buat teman-teman penghobi tekhnik casting.

Wasalam

Syaiful Rachman

Catch and Release for save environment

Rabu, 08 Desember 2010

Fishy wild gathering@Riam kanan dam, trip memancing tutup tahun.












































Banjarbaru 5 Desember 2010

Casting target: Snake head dan hampala
Tekhnik memancing: casting
Piranti:- Light class
Lures : Spoon, popper, stick bait, froggy karet dan propeller froggy
Line: PE 1- PE 2
Rell:size 2000-4000
Rod: spinning dan Bait cast, light class

Peserta trip:
1.Syaiful Rachman (Banjarbaru)
2.Taufikkurahman (Banjarbaru)
3.Dedi (Banjarbaru)
4.Hary achmadi (Banjarbaru)
5.Udin Pandawa (Banjarbaru)
6.Rooney EC (Banjarmasin)
7.Ounces happis (Banjarmasin)
8.Ogot (banjarmasin)
9.Chandra (Banjarmasin)
10.Dwi (banjarmasin)
11.Saleh Bamega (Kotabaru)
12.Muhammad Hendra (Tapin/Rantau)
13. Yuri Wira (Tapin/binuang)

Start dari Banjarbaru jam 4 pagi, maksud hati ingin sepagi mungkin sudah ada di spot, apa daya terjadi trouble yg tidak diharapkan, roda mobil Roni salah satunya bocor…dan apesnya lagi ternyata setelah susah payah menerunkan ban serep karena suasana masih gelap, ehhhhh…ternyata ban serep juga bocor….Ga berapa lama muncul mobil teman yang mau arah ke Tambala, sebuah tempat out bond, akhirnya salah satu ban mobilnya kami pinjam, sedangkan 2 buah ban mobil Roni, kami antar ke tukang tambal ban, tapi apesnya lagi….bagitu sampai si tukang tambal…karena masih pagi banget terpampang tulisan besar“TUTUP…SUDAH CAPEK”…..waduhhhh…kacau bener dah….akhirnya saya ketuk pintu rumahnya….tapi ya gt jawabannya…karena masih cape ga bisa nambal sekarang…akhirnya rodanya kami tinggal disana, nantinya saat pulang kami ambil.
Nyampe dermaga Riam kanan sudah terang…setelah menyiapkan logistik, sarapan dan loading barang….perahu segera berangkat menuju spot, kami menggunakan 2 buah perahu, lama perjalanan kira2 1 jam. Tiba di spot masing-masing perahu menuju titik spot masing-masing, langsung beraksi karena sudah pada tidak sabar lagi, sampai foto bareng aja kelupaan,
Di spot ini ternyata mayoritas penghuninya adalah ikan nila, sehingga untuk potensi casting kurang bagus, karena target casting kami adalah toman dan hampala. Kami Cuma strike beberapa ikan gabus ukuran kecil dan hampala ukuran kecil juga. Akhirnya saya putuskan untuk pindah spot, lama perjalanan 1 jam lagi untuk menuju spot berikutnya. Kedua perahu beriringan tapi setelah tiba di spot ini, masing-masing kembali memisah.. Di spot ini yang seru, terjadi serangan toman “perjaka”, karena memang spot toman, semua Jenis lure top water dihajar, popper, stick bait, dan froggy. Tapi karena saat tiba di spot toman, sudah siang banget, sehingga serangan toman tidak berlangsung lama. Akhirnya kami putuskan untuk istirahat makan siang, begitu selesai makan siang, cuaca berubah mendung dan hujan turun dengan lebatnya….temperatur air menjadi dingin, sang toman menjadi tidak agresif lagi, dan karena hujan juga, aksi lure menjadi samar tidak terlihat karena tersamarkan oleh riak air dari angin dan tetesan air hujan, sampai jam 5 sore karena tidak berhenti juga akhirnya kami putuskan untuk pulang dan menyudahi acara gathering hari itu…..ternyata hujan berlangsung sampai malam.
Trip selanjutnya akan diadakan dibulan Januari 2011….
Release for hampala

Wasalam

“Brother hood, adventures N’ sport fishing”